Jumaat, 27 April 2012


Adab

Mahasuci Allah swt yang menentukan sekalian perkara dengan kebijaksanaaNya yang pada sekalian itu terkandung hikmah-hikmah yang jelas dan yang tersembunyi dan ada kalanya dibuka hikmah-hikmah yang tersembunyi itu kepada hamba-hambanya yang terpilih.Allah swt jualah yang mengadakan sesuatu yang tiada kepada ada,dan daripada ada kepada tiada, menghidupkan segala yang mati dan mematikan segala yang bernyawa,memudahkan segala yang sukar dan menyukarkan perkara yang mudah.Kesemuanya di dalam genggamanNya taala.Begitu jugalah kemajuan yang dikecapi dan dinikmati pada hari ini yang kesemuanya merupakan kehendakNya. Namun di dalam kemajuan dan nikmat hidup yang terbentang di hadapan kita pada hari ini,kebanyakan manusia hanyut dengan fatamorgana dunia tanpa menyedari bahawa kesemuanya itu hanya bersifat sementara. Diantara perkara yang jelas dilihat ialah kemerosotan akhlak manusia itu sendiri lebih-lebih lagi yang bergelar muslim di dalam kehidupan mereka pada masa kini.Tambahan lagi,penyakit ini berjangkit kepada mereka yang bergelar sebagai penuntut ilmu yang sepatutnya dihiasi diri mereka itu dengan akhlak-akhlak yang baik dan nilai kesopanan yang tinggi.Jika dilihat dari satu sudut ianya murupakan musibah tetapi jika dilihat dari sudut yang lain pula, Allah swt berkehendak mengangkat hamba-hambanya yang tetap di atas petunjukNya dan sentiasa mengikuti sunnah-sunnah kekasihNya dan perjalanan para sahabat Nabi saw.Mereka inilah yang termasuk di dalam khabar gembira yang disebutkan di dalam sabdanya:



“Sesiapa yang menghidupkan sunnahaku ketika rosaknya ummatku, maka  baginya ganjaran 100 orang yang syahid”…

Di sini al-fakir tekankan sedikit mengenai adab-adab ketika menyampaikan ilmu dan menuntut ilmu memandangkan diri al-faqir sendiri yang bergelar sebagai penuntut ilmu.Adapun mengenai adab-adab yang lain maka berhajatlah kepada huraian yang lebih panjang dan mengaji…



(ADAB MUZAKKIR)

-Sentiasa membaiki diri

-Mempunyai sifat warak

-Tidak meriwayatkan cerita-cerita yang tidak benar

-Merendah diri

-Tidak membesar diri dan bengis wajah.

-Berusaha beramal mengenai fadhilat-fadhilat amal sebelum mengkhabarkan 
kepada orang lain

-Tidak menetapkan pandangan kepada seseorang tetapi mengumumkan pandangan kepada orang ramai..

(ADAB PENDENGAR)

-Memandang kepada wajah muzakkir

-Tidak sibuk dengan pekerjaan lain ketika mendengar

-Membenarkan mengenai apa yang didengar

-Membuang was-was dan lintasan-lintasan hati yang buruk di dalam hati

-Tidak tidur di dalam ketika mendengar ceramah dan peringatan.


(ADAB PENUNTUT)

-Membetulkan niat dalam menuntut ilmu.Padanya 4 perkara yang perlu diniatkan

1-Berniat dengan menuntut ilmu itu untuk keluar dari kejahilan diri dan mengeluarkan orang lain dari kejahilan.

2-Memberi manfaat dengan ilmu itu kepada orang lain.

 3-Menghidupkan ilmu.

 4-Berniat untuk beramal dengan ilmu yang dipelajari.

-Menuntut ilmu semata-semata kerana Allah swt dan bukannya kerana dunia

-Tidak bakhil dalam berkongsikan ilmu yang ada

-Menghormati dan membesarkan guru

-Tidak menyibukkan diri dengan perkara-perkara yang tidak member faedah kepadanya

Ahad, 18 Mac 2012

                     Tuan Guru Baba Ismail Sepanjang-
                            Dari Majalah alKisah


              Ketawadhu’an, ketenangan, dan kehati-hatian menjadi ciri pembawaannya yang paling menonjol.


Bagi sebagian muslimin di Indonesia, apalagi bagi para penuntut ilmu agama, nama Patani bukanlah nama yang asing. Ia nama sebuah negeri Islam terkenal di Thailanda Selatan, yang selama berbada-abad menjadi salah satu pusat keilmuan Islam di Semenanjung Melayu.

Sebenarnya, selain Patani setidaknya ada tiga provinsi lain di Thailand Selatan yang juga didiami kaum muslimin dari bangsa Melayu, yaitu Yala, Naratiwat, dan Songkla. Tetapi tampaknya Patani yang paling dikenal luas di negeri-negeri lain, bahkan hingga di Timur Tengah.

Banyak ulama Patani yang terkenal, karya-karya mereka pun banyak. Siapa yang tak kenal Syaikh Daud bin Abdullah Al-Fathani, ulama Nusantara yang paling banyak menghasilkan karya fiqih dalam Madzhab Syafi`i? Ia ulama Nusantara pertama yang menulis fiqih Madzhab Syafi’i yang lengkap dalam seluruh judul kitab, bab, dan fasalnya, dengan kitabnya berjudul Hidayatul Muta`allim wa `Umdatul Mu'allim, yang ditulis tahun 1244 H/1828 M. Masih banyak lagi karya beliau.

Syaikh Daud bukan hanya satu-satunya ulama Patani yang terkenal dan yang menghasilkan karya-karya yang berbobot. Masih banyak nama besar yang lainnya yang tak cukup ruang di sini untuk menuliskan dan memmerincinya.

Di masa kini pun, tokoh-tokoh ulama Patani terus bermunculan melanjutkan estafet perjuangan para pendahlu mereka. Di antara tokoh ulama Patani sekarang yang dikenal luas di Thailand Selatan, bahkan meluas hingga negeri-negeri Melayu yang lain, adalah Tuan Guru Haji Ismail Sepanjang.

Pertengahan bulan Februari yang lalu, selama sekitar 10 hari ia berada di Indonesia dalam rangka kunjungan dakwah dan silaturahim bersama beberapa ulama dan cendekiawan Thailand Selatan lainnya serta murid-murid mereka. Mereka mengunjungi beberapa tempat di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

alKisah sempat mengikuti dua hari terakhir perjalanan Syaikh Ismail Sepanjang dan rombongan di Indonesia, yaitu Jum’at tanggal 17 Februari, saat mereka mengunjungi penerbit kitab Dar Al-Kutub Al-Islamiyah di Kalibata, Jakarta Selatan, dan Sabtu tanggal 18 Februari, ketika menemui K.H. Dr. M. Hasyim Muzadi di pesantren yang diasuhnya, Pesantren Al-Hikam, yang berlokasi di Beji, Depok, Jawa Barat. Keesokan harinya, Ahad pagi, rombongan kembali ke Thailand.

Sejak pertama kali melihatnya, alKisah sudah sangat tertarik dengan sosoknya. Penampilannya, gerak-geriknya, tutur katanya, dan akhlaqnya menggambarkan sosok ulama yang sebenarnya. Ketawadhu’an, ketenangan, dan kehati-hatian menjadi ciri pembawaannya yang paling menonjol. Ia tak mau terburu-buru mengomentari sesuatu atau bicara tentang sesuatu, apalagi yang tak perlu atau tak benar-benar diketahuinya. Tak tampak kesombongan atau kebanggaan dengan ilmu yang dimiliki. Paduan dari berbagai ciri pribadinya itu memunculkan kewibawaan yang alami, yang tak dibuat-buat.


Orang-orang juga akan merasakan sesuatu yang lain bila mendengarkannya berdoa. Sangat menyentuh perasaan, seolah kita sendiri yang sedang membacanya di keheningan malam. Kalau tak ada keikhlasan dalam dirinya, tampaknya orang tak akan merasakan demikian. Itulah yang alKisah rasakan, dan mungkin juga dirasakan oleh yang lainnya, ketika mendengarnya membaca doa di akhir silaturahim rombongan dengan K.H. Dr. Hasyim Muzadi.
Kalimat demi kalimat dalam doanya terangkai dengan rapi, dengan ungkapan-ungkapan yang tertata dengan sangat baik dan dengan penuturan yang fasih.
Sesungguhnya pilihan-pilihan katanya dalam doanya itu bukanlah kata-kata yang asing atau yang sangat memukau dari segi keindahan bahasa. Sebagian besarnya kalimat-kalimat biasa yang sering didengar orang. Namun doa yang sama jika dibawakan oleh orang lain mungkin tak akan sampai terasa sangat menyentuh sebagaimana ketika dibawakan olehnya.
Sama seperti orang yang membuat dan menyajikan makanan. Jenis makanan yang sama, dengan resep yang sama, dan dengan ukuran bahan-bahan yang persis sama pula, namun dibuat dan disajikan oleh orang yang berbeda, akan terasa berbeda di lidah orang yang menikmatinya.
Caranya dalam berdoa dan berbagai ciri kepribadiannya mengingatkan alKisah kepada sosok Al-Maghfurlah K.H. M. Syafi`i Hadzami.

Pencinta Kitab
Syaikh Ismail Sepanjang dilahirkan tahun 1955 di Dusun Panjang, yang termasuk daerah Jambu, salah satu daerah di Patani. Sedangkan Patani, atau dalam kitab-kitab disebut “Fathani”, adalah salah satu provinsi di Thailand Selatan. Sebagaimana diketahui, mayoritas penduduk wilayah Thailand Selatan adalah bangsa Melayu dan beragama Islam. Berbeda dengan wilayah-wilayah lain di Thailand, yang dihuni bangsa Siam yang beragama Buddha. Karena berasal dari Dusun Panjang, ia lebih dikenal dengan “Tuan Guru Haji Ismail Sepanjang” atau “Baba Ismail Sepanjang”.
Ayahnya bernama Wan Umar bin Wan Abdul Lathif bin Wan Abdul Karim, sedangkan ibunya Siti Khadijah binti Ismail. Keduanya berasal dari Patani, hanya saja datuk-datuk ibundanya berasal dari Johor, Malaysia. Syaikh Ismail adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, kedua kakaknya perempuan.
Sebagaimana ulama-ulama Patani dan ulama-ulama Nusantara lainnya, ia pun belajar di pondok-pondok setempat. Jika sebagian ulama Patani setelah menyelesaikan pelajarannya melanjutkan pendidikannya di Timur Tengah atau tempat-tempat lain di luar negeri, tidak demikian dengan Syaikh Ismail. Ia tidak belajar ke luar negeri. Pendidikannya hanya di pondok-pondok di Patani, namun dijalani dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, dan dilalui dalam waktu yang lama.
Maka tak mengherankan jika hasilnya pun tak mengecewakan. Membanggakan. Meskipun produk lokal, keluasan dan kedalaman ilmunya dalam berbagai cabang ilmu-ilmu keislaman tak kalah dengan lulusan-lulusan Timur Tengah.
Sebelum mengikuti pelajaran di pondok-pondok, di masa kanak-kanak ia belajar di sebuah sekolah kebangsaan, setingkat sekolah dasar di Indonesia. Selama enam tahun ia mengikuti pelajaran di tingkat dasar itu, empat tahun di kampungnya sendiri dan dua tahun berikutnya di Kampung Tanjong.
Karena berada di wilayah Thailand, tentu saja para pelajar sekolah kebangsaan, selain mempelajari ilmu-ilmu umum sebagaimana di negara-negara lain, juga mempelajari hal-hal khusus yang berkaitan dengan negaranya, terutama bahasa dan sejarah Siam. Karenanya, meskipun dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di wilayah Thailand Selatan berbicara dalam bahasa Melayu, mereka pun dapat berbahasa Siam.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, barulah ia menimba ilmu di pondok-pondok di Patani. Pondok-pondok itu merupakan pesantren-pesantren tradisional yang hanya mempelajari ilmu-ilmu agama dengan mengkaji kitab-kitab turats (kitab-kitab lama, peninggalan ulama masa lalu). Sebagian pesantren tradisional di Indonesia juga masih banyak yang demikian.
Pertama-tama ia belajar di sebuah pondok di kampungnya yang didirikan oleh Tuan Guru Haji Abdul Lathif bin Haji Abdur Rahim. Kurang lebih tujuh tahun ia menimba ilmu di sini. Setelah itu ia melanjutkan pengembaraannya dalam menuntut ilmu dengan belajar di sebuah pondok di daerah Mayong, masih di wilayah Patani juga.
Kitab-kitab yang dipelajarinya sebagian besar sama dengan yang dipelajari di pondok-pondok di Indonesia. “Saat mempelajari ilmu nahwu, kami membaca kitabMukhtashar JiddanAl-KafrawiAl-Kawakibud-Durriyyah, dan lain-lain. Sedangkan ketika mempelajari ilmu sharaf, kitab-kitab yang dibaca di antaranya Al-Kailani. Dalam ilmu tauhid, yang biasa dibaca adalah kitab-kitab seperti Kifayatul AwamJauharatut-TauhidTijan Ad-DarariFathul Majid, dan lain-lain. Untuk ilmu fiqih, di antaranya Fathul QaribHasyiyah Al-BajuriFathul Mu`inI`anatuth-Thalibin. Untuk ushul fiqh, di antaranya Al-Waraqat dan Al-Luma` . Bagi tingkatan yang lebih lanjut, membaca Jam`ul Jawami`. Ada juga yang mempelajari Irsyadul Fuhul. Kitab-kitab itu selalu dibaca dan dipelajari, seolah-oleh menjadi wirid bagi kami,” begitu Syaikh Ismail menyebutkan beberapa kitab yang dipelajarinya saat menuntut ilmu di pondok.
Setelah menikah dan menunaikan haji, Syaikh Ismail mendirikan pondok. Maka kemudian hari-harinya pun diisi dengan kegiatan keilmuan dan dakwah. Dan bukan hanya di pondok yang dipimpinnya, melainkan juga di tengah-tengah masyarakat muslim Thailand Selatan hingga negeri-negeri di sekitarnya. Di hari-hari tertentu ia mengajar di masjid-masjid di Patani yang dihadiri oleh ribuan umat.
Kabarnya, kalau ia mengajar, beberapa jam sebelumnya orang sudah berkumpul bersiap-siap mendengarkan pengajaran, fatwa-fatwa, dan nasihat-nasihat yang disampaikan olehnya.
Di tengah-tengah kesibukannya mengajar, Syaikh Ismail masih dapat menghasilkan karya-karya, baik tulisannya sendiri maupun terjemahan atau ringkasan dari kitab-kitab yang ada. Karya-karyanya, selain dipelajari oleh para santrinya dan jama’ah pengajiannya, juga banyak digunakan oleh masyarakat muslim pada umumnya. Bukan hanya di Thailand Selatan, melainkan juga di negeri-negeri lain.
Apa yang diraihnya kini, yakni keluasan dan kedalamannya dalam ilmu-ilmu keislaman, selain berkat kesungguhan dan keikhlasannya dalam menuntut ilmu serta doa dari orangtua dan guru-gurunya, juga tak terlepas dari kecintaannya kepada kitab-kitab. Kecintaan dan kegemarannya akan kitab-kitab sangat tampak dan ia sendiri juga menuturkannya.
Saat mengunjungi ruang pameran kitab Dar Al-Kutub Al-Islamiyah, secara bergurau ia menggambarkan kegemarannya itu. “Kami jika berada di toko kitab seperti ini tak ubahnya seperti perempuan-perempuan saat sedang berada di toko pakaian. Tak mau cepat-cepat beranjak.”
Begitu pun ketika sedang mendengarkan penjelasan Habib Alwi Abubakar Assegaf mengenai proses pentahqiqan kitab yang dilakukan di Darul Kutub Al-Islamiyah, ia mendengarkan dengan penuh perhatian. Sesekali ia memberikan komentar-komentar singkat yang menunjukkan kedalaman ilmunya.
Pengajaran-pengajaran, fatwa-fatwanya, dan nasihat-nasihatnya, bukan hanya dapat diikuti oleh kaum muslimin di Patani dan sekitarnya. Dengan kemajuan teknologi sekarang ini, kita pun dapat mengikutinya di internet. Mudah bagi kita untuk mengakses pengajian-pengajiannya atau kitab-kitabnya di dunia maya.
Apa yang disampaikannya dan ditulisnya telah nyata memberikan manfaat besar bagi umat.
Semoga Syaikh Ismail Sepanjang serta para ulama Patani dan sekitarnya dapat terus melanjutkan perjuangan para pendahulu mereka yang telah berjasa besar dalam mengembangkan Islam dan menghidupkan ilmu-ilmu keislaman di Nusantara. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan keberhasilan baginya dalam menjalankan tugas dakwah dan penyampaian ilmu-ilmu keislaman bagi muslimin di mana saja, terutama di Semenanjung Melayu.

Jumaat, 9 Mac 2012

Diriwayatkan oleh guru kami, Syeihk Dr. Muhammad Muhyiddin Al-qurosyiy :
Dahulu di Makkah Al-Mukarromah ada seorang pelajar (santri) yang menghafal kitab RAUDHATUT THALIBIN(kitab fiqh syafie), -yang berjumlah 8 jilid- akan tetapi walaupun beliau hafal di luar tetapi beliau tidak memahami apa yang ada dalam kitab besar ini, sampai digelar HIMAR RAUDHAH, kerana himar(keldai) itu membawa sesuatu tapi tidak tahu apa yang di bawanya, sangat kuat hafalannya sehinggakan apabila para ulama Makkah ada masalah fiqih meraka memanggilnya : “ya himar raudhah, ta’al” iqra' hazal bab"(wahai himar raudhah mari sini,baca bab ini)....maka dibacanya seperti membaca alfatihah...
Apabila merasa di hina oleh para pelajar dan ulama makkah beliau menangis di depan ka’bah dan berdoa agar di beri pemahaman akan ilmu fiqh, akhirnya Allah swt memberikannya pemahaman dan menjadikan dia ahli ilmu..Deriwayatkan juga oleh guru kami,berkata syeihk Ali bukair : tidak menjadi faqih seorang itu apabila megambil ilmu fiqh mentah – mentah(tanpa berusaha menggunakan akalnya).

Teringat satu hadis nabi saw bahawa sekiranya Allah swt berkehendak akan seseorang itu dengan kebaikan,maka Allah swt akan memberi faham akan dia dalam urusan agamanya..صدق رسول الله..

Allahuakbar..YA Allah rezekikan kepada kami kefahaman dalam agama kami,ajarkan kami apa yang kami jahil dan jauhkanlah kami dari ilmu yang tidak bermanfaat..bantulah kami dalam menuntut ilmu dan jadikanlah ilmu yang kau ajarkan kepada kami ilmu yang bermanfaat kepada kami dan orang lain..Amiin..


Selasa, 6 Mac 2012


                            Sekitar Ijtima' Tabligh di Sudan                                   

Bismillah wal hamdulillah..
Setinggi-tinggi pujian bagi Allah swt atas taufiq dan hidayahNya yang memandu hati-hati insan yang mengharapkan redhaNya dengan sentiasa istiqomah di atas jalan dan petunjuk kekasihNya Muhammad saw. Alhmdulillah atas taufiq dari Allah swt al-faqir dapat mengikuti ijtima' yg diadakan di Sudan.Di bawah ini beberapa gambar yang sempat diambil semasa ijtima'...Sekadar untuk dijadikan iktibar dan renungan kita bersama yang sering leka dan lalai dengan segala kemudahan yang ada.Mereka bersusah payah berdakwah dan menyeru orang ramai kepada Islam tetapi kita seronok dan bergembira dan ada juga yang sering menuding jari mencela dan menghina golongan-golongan yang ingin menyeru kepada kebenaran..insyaAllah mari sama-sama kita beri sokongan..kuatkan lagi jemaah bukan pisahkan..jom sama2 kita turun berdakwah..insyaAllah..Doakan juga jemaah-jemaah yang keluar ini semoga dipermudahkan urusan mereka dalam berdakwah...

                                                     Bayan subuh oleh Maulana ashfaq

                                                        Pemandangan dari hadapan























Rabu, 22 Februari 2012

             Ijtima' Tonggi 13 Jan 2012 (Jumaat)
                 Selepas Maghrib - MaulanaSaad


1. Sahabat buat halaqah-halaqah iman di masjid dan pergi jumpa sahabat-sahabat lain. Abdullah Bin Rawahah, Muadz Bin Jabal, Umar Bin Khattab dan lain-lain lagi.Sahabat-sahabat lain Tanya Rasululullah SAW apa yang sahabat Abdullah Bin Rawahah buat sedangkan mereka telah beriman. Rasulullah s.a.w beritahu bukannya sahabat Abdullah Bin Rawahah suruh beriman sekali lagi tapi dengan halaqah-halqah iman ini akan menarik rahmat dari Allah s.w.t. Hari ini kita tidak memandang usaha atas halaqah-halqah iman ini penting sebab kita telah lupa atau tinggalkan perkara ini.

2. Nabi saw bersabda banyakkan ucap Lailahaillah, dalam halaqah iman benda ini dituntut dan kena beriman dengan makksud dan hakikat iman. Dan buat ghast(ziarah) dan kena bagi tau tentang Allah swt, menceritakan tentang Allah swt dan bawa kepada amal.Belajarlah iman dari nabi Allah Ibrahim a.s..Selagi umat ini tidak mengenepikan kebesaran makhluk selagi itu tak dapat hakikat iman. Dalam masa yang sama, Allah memuji orang yang buat usaha atas iman. Jibrail a.s datang berjumpa nabi Ibrahim a.s dan nabi Ibrahim a.s bagitau cukuplah Allah bagi diriku(kisah nabi Ibrahim a.s ketika hendak dibakar). Allah terus bantu nabi Ibrahim a.s sebab iman/yakin nabi Ibrahim a.s terus kepada Allah dan bukan makhluk. Allah telah wahyukan kisah-kisah nabi-nabi terdahulu kepada nabi Muhammad s.a.w. Bantuan Allah sentiasa datang kepada nabi-nabi dan rasul-rasul. Kita kena buat dakwah ceritakan kebesaran Allah s.w.t supaya dapat hakikat iman.Bawa orang keluar dari suasana pekan atau pasar kepada suasana iman.

3. Apa yang ada diantara langit dan bumi, bergerak dengan perintah Allah. Kalau semua nabi-nabi berkumpul dan usaha untuk bagi hidayah pada seseorang mengikut masa dakwah yang mereka buat maka tidak dapat bagi hidayah kalau tidak ada kehendak dari Allah swt.Nabi Muhammad s.a.w tidak sebut insyaAllah pun ditegur oleh Allah swt. Semua kena mengkikut kehendak Allah s.w.t. Allah s.w.t telah beri kepada nabi Sulaiman a.s sebab yang tidak pernah beri pada orang lain,iaitu semua ikut perintah nabi Sulaiman a.s. Kita tidak boleh buat apa-apa pun melainkan mengikut kehendak Allah s.w.t. Sulaiman a.s berniat menggauli 100 isterinya atas niat ingin melahirkan pejuang/mujahid dalam agama tapi tak sebut insyaAllah dan akhirnya seorang pun tak lahir Cuma lahir cacat.Satu orang isteri nabi Sulaiman a.s mengandung tapi cacat. Jadi, dari kisah nabi-nabi dan rasul-rasul, kita dapat belajari iman.Dalam kisah nabi Yusuf a.s, seorang khadam bagi minum orang dalam penjara dan nabi Yusuf a.s minta tolong dengan khadam supaya raja keluarkan nabi Yusuf a.s dari penjara tapi tak sebut insya Allah dan lupa pada Allah,dan raja lupa tentang nabi Yusuf a.s. Nabi-nabi pun ditegur oleh Allah apabila tidak ingat Allah swt. Semua mengikut kehendak Allah swt.

4. Satu sebab untuk menguatkan iman,kisah nusrah(pertolongan) Allah swt yang datang kepada sahabat-sahabat, kisah-kisah bertentangan dengan zahir yang berlaku pada sahabat yang dibuat melalui amal. Bantuan ghaib yang datang daripada Allah s.w.t kepada sahabat-sahabat dan bersama-sama iman dan amal soleh.Kalu umat ini tinggalkan dakwah maka umat ini akan tertidak(terhalang) dari nusrah Allah swt. Mengikut hadis nabi, Allah berurusan dengan hambanya mengikut keyakinan hambanya.Kisah Abu Dardar r.a. mengenai rumahnya yang terbakar, zahir pandangan mata rumahnya terbakar, tapi Abu Dardar yakin perkhabaran Rasulullah s.a.w tentang doa keselamatan dari Rasulullah s.a.w. Kisah-kisah tentang sahabat-sahabat dapat nusrah dari Allah swt akan meningkatkan iman. Apabila umat ini tinggalkan dakwah maka yakin tidak akan terbentuk dan tanpa yakin yang sempurna, maka tidak dapat nusrah. Tanpa yakin yang sempurna kepada Allah swt maka tidak dapat bantuan Allah.

5. Dan sebab kekuatan iman yang lain ialah cerita tentang alamat-alamat orang beriman dan orang munafik. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah s.a.w apa itu iman, Rasulullah s.a.w bersabda: kalau kamu berbuat kebaikan kamu gembira dan kalu berbuat dosa berasa sedih. Tuntutan iman ialah beramal dengan perintah Allah swt. Dan iman itu tempat amalan dan Islam ialah tempat zahir bagi iman. Orang munafik, kalu susah datang kepada kekufuran dan kalau senang datang pada agama. Allah berfirman ada orang Islam yang berada di tepi-tepi sahaja(cender, tapi apabila musibah datang, mereka berpaling dan mereka rugi dunia dan akhirat.Cerita orang munafik dalam Al-quran adalah untuk kita dengar dan tahu.Alamat-alamat iman ini kita kena cerita. Bukan orang beriman kalau buat amalan munafik, bayan (perjelas) iman dengan alamat-alamat iman. Dengan demikian kita tahu kelemahan iman kita dan berusaha atas iman kita.

6. Allah telah jadikan dakwah sebagai sebab. Mereka yang buat usaha atas iman tidak akan murtad. Daei orang yang berdakwah tidak akan murtad. Kisah Huzaifah r.a yang ditawar separuh kerajaan Rom pun tidak sanggup tinggalkan agama yang dibawa oleh Rasulullah s.a.w. Hari ini kepentingan agama telah keluar sebab kita telah tinggalkan dakwah dan tinggalkan pengorbanan untuk agama. Apabila sahabat buat pengorbanan maka tidak ada satu sahabat keluar agama.Dengan dakwah, Allah swt letakkan perubahan iman dan suasana.Hidayah akan datang mengikut kehendak Allah s.w.t. Umat ini telah diperintah untuk beribadat kepada Allah begitu juga umat ini telah diperintahkan oleh Allah swt untuk buat dakwah. Tuan-tuan yang mulia, dengan ini kita kena istiqamah dalam agama dan menentang perkara batil. Setiap umat ini kena buat dakwah dan amal keseluruhan agama. Sahabat-sahabat pergi semua peperangan kecuali tiga orang sahabat. Dalam peperangan Tabuk, masa pemilihan sesiapa yang keluar dan tidak keluar.   Tiga sahabat ini bertangguh, sehinggalah Rasulullah saw balik. Mereka telah dipulau.Seorang sahabat telah ditawar oleh Raja (Ghasan) kafir untuk tukar agama.Mereka berada di khairul kurun dan sahabat nabi, sehingga orang kafir telah ajak mereka keluar dari agama.Penuh dalam Al-Quran cerita tentang pentingnya umat ini buat dakwah dan keluar dijalan Allah s.w.t. Ulama telah menulis banyak kisah-kisah, apa yang berlaku kepada mereka yang tinggal usaha agama. Orang yang berdakwah kepada yang haq, dia tidak akan didakwah benda yang batil.

7. Nabi s.a.w telah jadikan umat ini keluar secara tunai. Perang Badar, ada sahabat zahir nak ambil unta, Rasulullah s.a.w bagi tau untuk perang, sahabat terus keluar untuk perang. Umat ini perlu melihat dengan teliti kelebihan keluar di jalan Allah swt. Semangat umat ini kena sama seperti semangat sahabat nabi keluar dijalan Allah swt baru kita dapat seperti sahabat nabi dapat. Abdullah Bin Rawahah tanya boleh tak dapat ganjaran seperti mereka keluar dijalan Allah swt, Rasulullah s.a.w bagi tau kalau dikumpul seluruh harta dan dibandingkan dengan mereka yang khuruj(keluar di jalan Allah swt) pun tak sama. Sebab berlaku kemurtadan sebab umat ini tidak bawa agama ini keluar keseluruhan alam dan kita menuju kepada kesesatan. Jadi saya seru semua majmak(yg berada di perhimpunan besar ini) supaya hayati Hayatus Sahabah dan Muntakhab Ahadits. Kalau di depan kita tidak ada kisah sahabat-sahabat tentang kepentingan keluar di jalan Allah maka kita jadi seperti persatuan atau institusi.Nabi ajar kita keluar tunai kerana salah satu cara untuk istiqamah dalam amal agama ialah khuruj di  jalan Allah swt.

8. Kita kena niat dan buat dengan diri kita sendiri, setiap umat bertanggung- jawab. Usaha ini kena dibuat dengan niat dan tabiat sahabat. Siapa sedia tunai(khuruj)?(panggilan untuk keluar dakwah)

Ahad, 19 Februari 2012


TERKINI: PEMBATALAN SEMUA MAJLIS BERSAMA TUAN GURU HJ. ISMAIL SEPANJANG AL-FATHANI

TERKINI: PEMBATALAN MAJLIS BERSAMA TUAN GURU BABA HAJI ISMAIL SEPANJANG
OLEH KERANA KEUZURAN TUAN GURU BABA HJ ISMAIL SEPANJANG AL-FATHANI, MAKA SEMUA MAJLIS DIBATALKAN. 

BELIAU HANYA AKAN HADIR SATU MAJLIS SAHAJA IAITU MALAM INI, 19 FEB 2012 (AHAD MALAM ISNIN) DI SURAU AL-ANSAR,JALAN SUAKASIH 2/3, BANDAR TUN HUSSIN ONN CHERAS. 

MANAKALA PROGRAM DAURAH DI KUIS, INSYAALLAH AKAN DITERUSKAN BERSAMA DENGAN TUAN GURU HAJI ABDUL RAHIM, SUNGAI JAGUNG, PENDANG, KEDAH.



Sumber:http://majlisilmu.blogspot.com

Khamis, 16 Februari 2012

HEBAHAN

Bismillah wal hamdulillah..
InsyaAllah,daurah kitab jauharah tauhid akan diadakan pada tarikh dan waktu seperti yang tertera di bawah.




Jangan lepaskan peluang..Jarang sekali Baba Eil Sepanjang datang ke Malaysia..Mudah2an beroleh manfaat dengan kehadiran beliau dan menambah lagi ilmu dan kefahaman kita.